Teruntuk Dirimu Kekasihku
"I still remember the day I prayed for the things I have now. Alhamdulillah"
Terimakasih ya Allah
Setahun yang lalu, aku pernah berdoa untuk seseorang yang entah kepada siapa aku tujukan doa itu,
Beribu hari senang-pahit-cinta-dan-pengkhianatan pernah aku lalui. Aku pernah bersama dengan beberapa orang,yang pernah mengisi hatiku, dulu. Entah berapa kali ,aku lupa. Aku juga pernah bersama dengan orang yang senantiasa mengisi hari-hariku empat tahun lamanya...
Tak usah kau hiraukan mereka... aku tahu kau sering terlihat kesal karna itu... apakah kamu merasa mereka masih berada di hatiku? Tak usah kau tanya pun pasti jawabanku
-- tidak--
Karena aku telah menemukan dia yang dulu selalu aku sebut dalam doaku tanpa nama, sekarang namamu telah menggantikan sang tanpa nama
Bersamamu aku mengerti banyak hal sederhana yang bisa membuatku bahagia.
Meski bahagia bukanlah alasan utama yang membuatku untuk terus bertahan bersama.
Bagiku bahagia adalah bonus dalam suatu hubungan... dan bukan sepenuhnya tanggung jawabmu untuk membuatku bahagia, tak perlu kau susah payah membuatku bahagia, bahagiakanlah saja dirimu,karna melihatmu bahagia adalah lebih dari cukup untukku.
Terimakasih telah berjuang untukku.
Bukanlah hal yang mudah untuk menakhlukkan hatiku, tapi dengan perjuanganmu sejauh ini, kamu pantas untuk mendapatkan itu.
Terimakasih telah memilihku untuk berjalan terus bersamamu.
Semoga aku bisa untuk terus belajar agar dapat menjadi pasangan yang baik untukmu serta menjadi seorang ibu yang baik untuk buah hati kita kelak.
Terimakasih untuk kerja kerasmu dalam rangka menafkahiku
Tenang sayang, aku tak akan menuntumu lebih di atas kemampuanmu... Bagiku melihatmu pulang membawa sedikit rezeki dengan jalan yang benar sudah cukup untuk membahagiakanku.
Tak usah dengarkan mereka yang gila pangkat dan harta, aku tak akan menuntutmu untuk seperti itu.
Aku akan menutup telingaku dari merka yang bercerita tentang suaminya yang lebih dari engkau.
Bagiku.. cukuplah kamu seperti itu.
Ingatlah sayang, kebahagiaan dunia hanyalah fatamorgana, hal semu yang membutakan mata manusia.
Cukup, Jadilah pasangan yang bisa membawaku serta keluargaku menuju kebahagiaan yang nyata. Bersama mari kita melangkah menuju surgaNya.
Aku mencintaimu, jalan menuju surgaku, Hanif Akbar Pribadi
Komentar
Posting Komentar